Tahap-tahap Metode Lumpur Aktif
Berikut beberapa tahapan untuk mengolah limbah pabrik yang berbentuk cair menggunakan limbah aktif.
Tahap Awal
Pertama-tama pemisahan limbah cair dengan bahan-bahan pengotor seperti bangkai binatang, bebatuan kecil, dan bahan pengotor lainnya harus dilakukan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses pada tahap selanjutnya. Setelah itu bahan-bahan tersebut harus digiling agar tidak mengganggu alat.

Tahap Primer
Setelah melewati tahap awal, limbah harus diendapkan sehingga partikel berukuran besar dapat terpisah. Kemudian limbah diberi larutan elektrolit seperti FeCl2, CaO, FeCl3, serta Al2(SO4)3. Hal ini bertujuan agar partikel berukuran sedang dapat menggumpal.
Artikel lainnya: Faktor yang mempercepat reaksi kimia
Tahap Sekunder
Limbah kemudian dicampur dengan lumpur aktif yang mengandung banyak mikroba pengurai. Kemudian oksigen diareasi ke limbah agar terjadi proses oksidasi yang maksimal. Adanya mikroba yang mengurai materi organik dan anorganik akan membebaskan gas H2S dan NH3 (amoniak).
Tahap Tersier
Setelah itu pada tahap tersier terjadi proses nitrifikasi. Persamaan reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut.
2NH4+ (aq) + 3O2 (g) → 2NO– (g) + 2 H2O (l) + 4H+(aq)
2NO2– (aq) + O2 (g) → 2NO3 (aq)
Kemudian nitrat mengalami reduksi menjadi gas N2, NO, serta NO2 yang disebut dengan proses denitrifikasi. Setelah itu fosfor dipisahkan dengan proses koagulasi menggunakan garal Ca dan Al sehingga dihasilkan gumpalan.
Pada tahap ini zat pencemar diadsorpsi dari limbah, termasuk juga bau yang tidak sedap dan pewarna dari limbah itu sendiri. Setelah itu dilakukan juga penyerapan dan penyaringan partikel yang lebih kecil seperti bakteri dan virus sehingga limbah cair dapat dibuang dan aman bagi lingkungan.
Baca juga: Contoh soal hukum faraday 1 dan 2
Nah, apabila ada pertanyaan terkait Metode Lumpur Aktif Sebagai Aplikasi Redoks bisa ditulis di bawah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar